BeritaNasionalOpiniPolitik

Siapa yang Membunuh Pendeta Yeremia di Papua? TNI, Polri, atau Aktor-Aktor yang Ingin Papua Kacau?

Dr. Audrey Tangkudung dan Tim ILUNI Universitas Indonesia Sekolah Pascasarjana telah melakukan Focus Group Discussion tentang Permasalahan di Papua pada Selasa, (22/09/2020) di Jayapura, menjelaskan kepada Sinergitas.id, bahwa pembunuhan Pendeta harus benar-benar dicermati.

Pertama pendeta dan gereja sangat penting di Papua. Baik TNI dan Polri sangat mengetahui fakta ini.
Pendeta merupakan simbol pemersatu antara warga masyarakat dengan TNI dan Polri. Sehingga adalah hal yang tidak masuk akal apabila pembunuhan tersebut dilakukan oleh TNI atau pun Polri.
Alasan kedua, sejak tahun lalu pimpinan puncak di Kodam 17 Cendrawasih Papua dipegang oleh OAP orang asli Papua yaitu Mayjen TNI Herman Asaribab dan Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw.
Kedua pemimpin terbaik Papua ini dalam memimpin TNI dan Polri lebih mengutamakan KASIH bukan kekerasan.

Dalam FGD tersebut terlihat jelas bahwa pendekatan kebijakan yang diambil baik Pangdam dan Kapolda adalah pendekatan humanistik, Datang Duduk bersama, Dialog, dan Damai.

Justru yang perlu diwaspadai adalah aktivitas aktor-aktor yang sengaja melakukan hal ini untuk memprovokasi warga masyarakat Papua untuk semakin meningkatkan kebencian mereka kepada TNI dan Polri.
Tujuan lain adalah untuk mendiskreditkan Pemerintah Indonesia di dunia internasional. Perlu diketahui bahwa bulan ini sedang berlangsung sidang-sidang di PBB.

Menurut Dr. Audrey Tangkudung, kebijakan Pangdam Papua saat ini sudah tepat, pendekatan kemanusiaan, duduk dan dialog untuk perdamaian adalah yang dibutuhkan warga Papua.

Pemerintah pusat dan daerah harus mendukung kebijakan Pangdam Papua Mayjen TNI Herman Asaribab. Pola sinergitas antara TNI, Polri, Pemprov, Pemda, Lembaga Adat, Gereja dan Mahasiswa harus terus ditingkatkan. (*)

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button