BeritaHeadlineNasional

Polisi Tangkap Pelaku Utama Pembacokan Bocah Umur Lima Tahun di Merauke

Sinergitas.id – Kepolisian Resort Merauke, Jumat, (16/4/2021) berhasil menangkap pelaku utama pembacokan bocah laki-laki umur lima tahun inisial MM dan seorang ayah, Rido (34) yang melintas di Jalan Husen Palela, Merauke, Papua hampir sebulan lalu.

Kapolres Merauke, AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum mengungkapkan, dua pelaku penganiayaan pada 20 Maret 2021 sekitar pukul 20.30 WIT di Husen Palela hingga mengakibatkan bocah meninggal dunia setelah beberapa jam dirawat di rumah sakit adalah Herman dan Ricart Tandipaimu (18).

“Minta maaf kami baru bisa menyelesaikan penangkapan tersangka utama (Ricart Tandipaimu, red) yang berhari-hari kami cari di tempat dimana dia berdiam. Begitu sulitnya karena tanpa alat komunikasi dan sebagainya akhirnya kita merubah strategi dilapangan,” beber orang nomor satu dijajaran Polres Merauke didampingi Wakapolres Merauke, Kompol Leonardo Yoga dan Kabag Ops Polres Merauke, Micha Toding dalam konferensi pers di Mapolres, Sabtu, (17/4/2021) siang.

Dikatakan, berawal dari timsus rajawali yang dipimpin langsung oleh Kapolres Merauke, wakapolres dan Kabag Ops mengepung kediaman pelaku, Herman di Yobar 1 dengan mengancam apabila tidak menyerahkan diri akan dicari layaknya teroris maka keesokan harinya pada 27 Maret 2021 keluarga pelaku menyerahkan yang bersangkutan ke kepolisian.

Hasil pengembangan dan menguliti berbagai keterangan dari Herman tentang temannya yang menjadi pelaku utama pembacokan akhirnya timsus rajawali mendatangi titik tempat persembunyian Ricart.

“Malam pada jam yang sudah ditentukan untuk penyerangan dan pengepungan oleh tim rajawali kita dengan keterbatasan peralatan yang kita miliki akhirnya tersangka dengan parangnya kita bawa kesini. Kita tegas terhadap kasus-kasus seperti ini, kita nyatakan sikap melawan terhadap berbagai kejahatan apalagi terhadap anak-anak dan perempuan. Tidak ada maaf bagi kita atas kasus-kasus ini termasuk kasus lainnya,” tegas AKBP Untung Sangaji.

Saat ditangkap, sambungnya, pelaku utama pembacokan melakukan perlawanan terhadap polisi. Dengan sigap polisi langsung memberikan ganjaran secara terukur, menembakkan dua butir pelor di betis kaki pelaku.

Terlebih dalam aksi kejahatan, pelaku utama bersama rekannya itu tidak dalam keadaan mabuk. Suka menghadang dan membacok orang dijalanan kemudian melarikan diri. Bahkan, membunuh anak kecil yang tidak berdosa dengan memotong kepalanya dengan parang.

“Mereka berdua tidak dalam keadaan mabuk. Hobi memotong orang termasuk pohon-pohon di jalanan, lalu lari. Dia ingin membuat rasa takut kepada masyarakat. Sementara akan kita kembangkan apa yang kita dapat. Dari wajah dan laporan berkas-berkas lain. Karena belum lama ini ada perempuan penjual sayur dan TNI yang dibacok di Kudamati yang akhirnya meninggal dunia. Kalau hukum tidak melarang, Saya cincang-cincang dia disini. Cuma hukum melarang,” lugas Kapolres.

AKBP Untung Sangaji berpesan kepada masyarakat Merauke ketika membawa buah hatinya atau anak kecil agar waspada dengan lingkungan.

Akhirnya terhadap perbuatan pelaku atas kasus ini pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 1 dan 2 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (Hidayatillah)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button