BeritaHeadlineMetroNasionalPolitik

Kapolri Berikan Kuliah Umum di SKSG UI

Tema 'Peningkatan Kerukunan Hidup dan Penegakan Hukum di Indonesia di Dewasa Ini dan Masa Pandemi'

sinergitas.id-Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, M.Si, memberikan kuliah umum mengenai berbagai potensi dan dinamika keberagaman di Indinesia yang semestinya di kelola dengan baik. Tak hanya itu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjelaskan mengenai perihal tantangan polarisasi yang kian kompleks.

Acara kuliah umum kebangsaan yang mengangkat tema ‘Peningkatan Kerukunan Hidup dan Penegakan Hukum di Indonesia di Dewasa Ini dan Masa Pandemi’ diselenggarakan di Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia (SKSG-UI), Salemba, Jakarta, Rabu, (10/03/2021). Dalam acara tersebut dihadiri Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Kuncoro dan Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia (UI) yang baru, Athor Subroto, Ketua ILUNI SPs, Dr. Audrey G, Tangkudung berserta undangan tamu kehormatan lainnya.

Pada awal Kuliah Umum, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang juga alumni dari Kajian Ilmu Kepolisian UI-PTIK tahun 2008 memaparkan mengenai perkembangan di tingkat global, regional, dan domestik. Dipaparkannya, bahwa lingkungan global tidak terlepas dari transformasi kemungkinan Amerika yang tentunya itu berdampak politik luar negeri yang biasanya berpengaruh terhadap situasi di Timur Tengah dan tentunya situasi di Timur Tengah berpengaruh terhadap situasi kamtibmas di dalam negeri.

“Hal itu selalu menjadi perhatian kami, manakala situasi Timur Tengah kemudian bergoncang episentrumnya, maka kecenderungannya akan memunculkan aksi-aksi dari kelompok simpatisan yang berangkat dari Indonesia. Demikian juga sebaliknya pada saat situasi di sana landai, maka yang dari Timur Tengah pulang kembali ke Indonesia, ini juga tentu menjadi masalah baru karena membawa paham-paham baru yang rentan dengan situasi dan kondisi Indonesia,” ungkap Kapolri Jenderal Sigit L.S.

Masih menurut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bahwa isu regional yang menjadi perhatian Indonesia, salah satunya terkait negara-negara yang bersimpati terhadap isu-isu Papua. “Tentunya ini juga selalu menjadi perhatian kita apalagi saat ini kita dihadapkan situasi pro kontra dengan rencana revisi UU Otsus dan tentunya ini membawa dampak terhadap situasi dalam negeri kemudian kebijakan-kebijakan domestik di mana kita sama-sama menghadapi pandemi COVID yang tentunya ini juga memerlukan perhatian khusus yang tentunya memerlukan persatuan, satu kesatuan, satu sikap yang sama dalam langkah sehingga kita bisa mengatasi hal tersebut,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang merupakan lulusan AKABRI angkatan 1991.

Kapolri Jenderal Sigit juga menjelaskan mengenai kemajemukan Indonesia. Menurutnya, Indonesia mempunyai kekayaan sumber daya alam, kekayaan bahasa, kekayaan suku, hingga beragam etnis. “Tentunya merupakan keberagaman harus selalu dipertahankan, kenapa demikian? kalau potensi keberagaman ini salah dalam pengelolaannya yang terjadi adalah sebaliknya, yang tadinya potensi menjadi kekayaan kalau itu tidak bisa dikelola dengan baik maka terjadinya potensi yang mengakibatkan destruktif atau kehancuran,” ujar Sigit.

Beliau mengungkapkan bahwa sesuai pesan Bung Karno bahwa Indonesia dibangun bukan untuk satu golongan, tapi untuk semua elemen bangsa. “Jadi itu adalah semangat dasar yang diciptakan the founding fathers kita yang tentunya ini adalah warisan yang harus kita pertahankan dan ini tentunya yang harus selalu ingatkan. Kenapa demikian? karena semakin hari kebebasan demokrasi yang di dalamnya tentu memberikan ruang terhadap kebebasan berekspresi kebebasan untuk menyampaikan pendapat namun di satu sisi ada nila-nilai yang harus kita jaga karena memang kita startnya dari kondisi yang berbeda, bukan demokrasi yang liberal, bukan seperti itu. Tapi Demokrasi yang Pancasila sehingga nilai-nilai Pancasila yang ada di dalamnya tentu harus kita kelola,” jelas Sigit yang sebelumnya sempat menjabat Kabareskrim.

Kondisi Indonesia yang begitu lama dijajah bangsa asing selama berabad-abad membuat Indonesia telat menyadari bahwa bangsa ini sedang dijajah. “Kenapa saya sampaikan demikian? Teori perang begitu kalau zaman dulu bagaimana melakukan perang menguasai suatu negara dengan invasi dengan kekuatan bersenjata, namun sekarang tentunya hal berbeda bagaimana kemudian untuk mengekspansi atau mengembangkan kekuasaannya suatu negara tidak perlu menguasai dengan kekuatan perang yang penting adalah menguasai sumber dayanya kalau memang itu yang dibutuhkan atau paling tidak di dalamnya dibikin kacau sehingga kita yang menguasai,” jelas Sigit.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa polarisasi ini menjadi prioritas penanganan Polri,begitu juga mengenai transformasi Polri yang menuju Polri yang ‘Presisi’. “Khususnya yang terkait dengan masalah kerukunan yang cocok adalah program prioritas kami bagaimana program moderasi beragam sinergitas dan terkait pola-pola penangan penegakan hukum karena polarisasi munculnya banyak di media sosial tentunya yang menjadi perhatian kita bagaimana ruang siber bisa kelola dengan baik,” ujar Sigit.

Selanjutnya Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerangkan tentang sejumlah langkah untuk menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi soal UU ITE. Pola penanganan terkait masalah siber kini berubah. “Kalau dulu kita memang begitu pelanggaran di ruang siber maka langkah kita dulu tidak dipanggil dulu harus kita tangkap karena kalau nggak barang buktinya disembunyikan atau dihilangkan sehingga kita tangkap dulu, kita rubah pola kita lebih banyak memberikan edukasi kita punya program virtual police bagaimana pada saat menjadi potensi melakukan pelanggaran maka kita berikan edukasi,” ujar dia.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyambung bahwa virtual police ini sempat menjadi pro dan kontra karena dianggap bakal menghalangi kebebasan berekspresi. Sigit mengatakan ada hal yang bisa dikompromikan demi mencega disintegrasi bangsa. “Jadi kita berikan pesan konten ini berpotensi melanggar tolong untuk dihapus atau diturunkan jadi model persuasif kita lakukan sehingga ruang siber bisa dikelola bisa dilakukan dengan baik,” tutur dia.

Pihaknya juga akan mendorong mengenai Polsek basis resolusi, perlu mengedepankan pendekatan mediasi dalam menangani masalah.”Permasalahan-permasalahan yang selama ini terjadi di lapangan di wilayah, pola pendekatan penerapannya menegakkan hukum sesuatu yang bisa dilakukan secara mediasi artinya kita bisa lakukan secara mediasi karena apa? Tidak selalu menggunakan pendekatan penegakan hukum itu kemudian hasilnya mewujudkan rasa keadilan,” jelas Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kuliah Umum ini juga diadakan secara daring (virtual) melalui akun youtube dan media zoom yang diikuti oleh ratusan peserta secara daring. Animo masyarakat akan informasi mengenai isu dalam kuliah umum ini sangat tinggi dan memberikan manfaat serta mencerahkan masyarakat luas. (*)

 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button