Gaya HidupHeadlineNasionalPendidikanUncategorized

Buddha Tzu Chi: Menumpulkan Sisi yang Tajam

sinergitas.id-Kesan pertama ketika berkunjung ke Yayasan Buddha Tzu Chi di kawasan Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara adalah keseriusan dalam segala hal. Kesan itu berkelanjutan ketika hampir tiga jam kami rombongan Universitas Indonesia diantar berkeliling meninjau fasilitas pendidikan disana.

Sabtu, (11/7/2020) Wakil Rektor 4 UI Dr. Muhammad Luthfi Zuhdi, MA beserta Iluni Paska Sarjana dipimpin Ketua Umum DR Audrey Tangkudung diterima dengan sangat ramah oleh Bapak Hong Thjin beserta Staf Buddha Tsu Chi.  Kehadiran Civitas Akademika UI merupakan kunjungan balasan dalam upaya meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan dan kesehatan.

Keseriusan atau katakanlah komitment dalam segala hal tampak pada postur bangunan nan sangat kokoh berkualitas tinggi.  Sampai sampai hampir seluruh bangunan ditata sedemikian rupa sehingga baik tiang maupun dinding berwarna sama yaitu hitam putih. Satu hal patut dikagumi seluruh dinding dan tiang berwarna bintik bintik hitam putih itu mulus, bersih, rata dan sangat halus.

Ternyata ada nilai filosofi yang sangat dalam nan terkandung dari dinding itu didesain sedemikain rupa.  Berdasarkan penjelasan Bapak Hong Thjin Penanggung Jawab Operasional Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia,  kehalusan dan kerataan dinding yang enak dilihat bermakna menumpulkan yang sisi yang tajam.

Kami terkesiap, berpikir sejenak kira kira apa hubungangan  warna sang dinding dan tiang hitam putih dengan kehidupan sehari hari berdasarkan Filosofi Buddha Tzu Chi. Pak Hong Thjin menjelaskan bahwa dalam kehidupan ini selalu ada orang baik dan orang kurang baik.

Orang berkarakter kurang baik diibaratkan barang atau benda yang runcing dan tajam. Bisa jadi kehadiran mereka di masyarakat menganggu keamanan dan kenyamanan orang lain. Adalah suatu keniscayaan bahwa seseorang terkadang terpaksa berperilaku kurang baik  bersebab masalah ekonomi dan pendidikan yang kurang.

Ajaran sejati  Master Cheng Yen berangkat dari keseriusan membersihkan diri pribadi menjadi hati bersih dan suci. melalui cinta kasih.   Artinya bagaimana seluruh Anggota Buddha Tzu Chi berupaya dalam kehidupan keseharian  melakukan kebaikan dalam rangka menumpulkan (mengasah) yang runcing menjadi rata.  Dengan demikian diharapkan terjadi  keharmonisan  dalam kehidupan bersama di masyarakat.

Jadi inilah mungkin inti dari visi misi Yayasan Buddha Tzu Chi dalam upaya ikut serta membangun kerakter bangsa. Seluruh kegiatan tersebut terrangkum dalam  kerja nyata di bidang pendidikan dan kesehatan serta ekonomi kemasyarakatan.

Kesan pertama keseriusan itu  kami rasakan setelah meninjau fasilitas pendidikan.   Disini tersedia  pendidikan dari taman kanak  kanak sampai tingkat Sekolah Menengah Atas.   Bangunan besar dan tinggi dan luas ditata sangat baik sesuai dengan kaedah pendidikan berkarakter berkelanjutan.

Kami diajak meninjau beberapa ruang khusus yang menjadi unggulan dalam pendidikan karakter. Seorang petugas menjelaskan dan mempratekkan bagimana anak anak diajarkan sejak dini cara mencuci tangan yang  benar dan betul.

Pembelajaran tersebut bukan saja menyangkut adab mencuci tangan saja namun disana terkandung pendidikan budi pekerti.  Sopan santun serta kedispilinan dalam antri, kesabaran dalam bertindak serta kesetiakawanan dalam  kebersamaan.   Demikian pula anak anak di ajarkan bagaimana merangkai bunga dan menulis kaligrafi.

Inilah pembelajaran pola kehidupan yang akan melekat  pada anak anak sehingga diharapkan menjadi gaya hidup kelak di kemudian hari. Teori perilaku mengatakan bahwa mManusia terbentuk dari lingkungan kehidupannya. Para guru yang mengajarkan etika dan estetika didatangkan khusus dari Negara Taiwan Pusat Buddha Tzu Chi.

Fasiltas pendidikan meliputi ruang belajar dengan jumlah murid terbatas. Terdapat pula perpustakaan, ruang praktek, ruang makan, ruang seni, ruang olahraga yang besar dan representatif berupa kolam renang  dan lapangan sepak bola. Lengkap sudah disni semua ada fasilitas pendidikan untuk memudahkan anak didik bereksplorasi imajinasi dan inspirasi.

Sekali lagi bisa dipastikan semua fasilitas benar benar disediakan dengan sangat serius. Artinya anak didik  menerima system  pembelajaran lengkap terbaik berkualitas internasional. Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, Agama  dan Sosial Budaya serta mata pelajaran lainnya disampaikan dengan Bahasa pengantar Bahasa Inggris,  Mandarin dan Bahasa Indonesia.

Saat ini system pembelajaran sekolah untuk sementara ditutup bersebab pandemic covid 19. Para pendidik dilatih bagaimana menggunakan fasilitas internet dalam proses belajar mengajar jarak jauh.  Jadwal pelajaran tetap berlaku seperti biasa sehingga anak didik tidak dirugikan terkait masalah waktu naik kelas atau lulus dari SD, SMP dan SMA.

Kami cukup lelah menjelajahi fasilitas pendidikan kesehatan.  Hampir 2 jam cukup letih juga.  Tampak Alumni UI Paska Sarjana Bang Timotius Timotheus Lesmana Wanadjaja, Thamrin Dahlan, Dr Setia Damayanti, Mas Utoyo Harjito, Mas Agus, Mbak Annisa Mbak Gita dan Mas Budi Desa dari Bandung menghela nafas sejenak.  Wajar saja letih bersebab pagi harinya kami berkunjung ke Hutan Mangrove

Terakhir Pak Hong Thjin mengajak meninjau fasilitas lain berupa tempat peribadatan dan museum Yayasan Buddha Tzu Chi. Berkali kali decak kagum terdengar atas komitment dan keseriusan  lembaga ini dalam memberikan terbaik untuk Bangsa Indonesia.

Kunjungan Civitas Akademika Universitas  Indonesia sangat berkesan setelah menyaksikan sesuatu yang baru.  Wakil Rektor 4 UI Bapak DR. Muhammad Lutfhi Zuhdi, MA  di dampingi Ketua Umum Iluni Paska Sarjana DR. Audrey Tangkudung dengan Bapak Hong Thjin  tampak serius membicarakan tindak lanjut kerjasama bidang pendidikan dan kesehatan.

Pada kesempatan lain akan saya laporkan true story peran Yayasan Buddha Tzu Chi seperti yang terdokumentasi rapi di museum. Pada intinya seluruh anggota Buddha Tzu Chi yang sangat beragam di seluruh penjuru dunia memiliki semangat berbagi untuk sesama dalam bentuk kerja nyata.

Kata Pak Hong Thjin disini tidak ada istilah om do (omong doang). Seluruh Anggota Buddha Tzu Chi   bekerja tanpa melihat kedudukan dan jabatan serta status sosial.  Keikhlasan bekerja berangkat  dari hati bersih. Secara kasat mata seluruh sudut bangunan tertata rapi bersih tanpa debu sementara tidak terlihat petugas kebersihan.

Gerakan Kemanusiaan Yayasan Buddha Tzu Chi  sesuai dengan  pesan Master Cheng Yen

Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, malah sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain.

(Kata Perenungan Master Cheng Yen)

Generasi Muda Alumni Pendidikan Berkarakter Yayasan Budha Tzu Chi pada masanya kelak merupakan sumbangan Sumber Daya Manusia berarti untuk pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Alumnus diharapkan menjadi Pemimpin yang mampu menumpulkan sisi  yang tajam. Luar Biasa

Salamsalaman

BHP, 19 juli 2020

TD

 

 

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button